Rabu, 31 Oktober 2012

Teguran Halus



Selalu terharu bila mendengar anak-anak murajaah. Gemes rasanya pengen segera nyusul. SDIT As-Salam, kelas I A memang oke-oke. Kurasai teguran yang cukup halus ketika aku ditawari bergabung di sana. Berbekal hafalanku yang jus 30 saja masih belum tuntas, nekat membimbing mereka menghafal mulai surat An-Naba'. Alhasil aku pun masih harus lari-lari untuk mengejar ketertinggalanku dari mereka. Tak pernah berharap sih mereka menungguku, tapi ini menjadi lecutan buatku untuk berlari lebih kencang. 

Masa kanak-kanak memang masa brilian untuk mempelajari sesuatu, termasuk hafalan. Ibarat sebuah laptop, mereka belum diisi program apa pun dan kondisinya masih sangat stabil sehingga bisa dimasuki segala macam program yang siap dijalankan. Sementara itu, otakku yang sudah lama terpakai kemungkinan kurang bisa maksimal. Namun, itu tak membuatku patah arang. Di sisa-sisa kapasitas memoriku aku sumpalkan program-program dengan kapasitas yang lebih kecil sehingga aku pun mampu menjalankan apa yang mereka jalankan. Tak ada kata terlambat untuk belajar. Tak ada kata menyesal untuk memulai sesuatu yang lebih bermanfaat. Hamazah! Bismillah, semoga dilancarkan. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

anak negeri