Sabtu, 12 Januari 2013

CHANGE (Perubahan)

Assalamu'alaikum pembaca yang budiman.

Setelah seharian PP Malang-Trenggalek-Malang selama 12 jam, akhirnya untuk sejenak saya bisa menuangkan cerita hari ini. Saya hari ini belajar tentang satu hal, yaitu tak selamanya kita pada posisi kita saat ini. "Kita tak lagi seperti dulu," begitu kata teman-teman. Mungkin, dirasakan atau tidak kita telah berubah, move on dari satu titik ke titik lain.

Tak ada kepastian dalam hidup. Satu-satunya hal yang pasti adalah perubahan. Tanpa kita inginkan pun, perubahan akan terjadi pada diri kita. Hanya saja kita adalah nahkoda yang menentukan ke mana kapal akan berlayar. Kita adalah pilot yang mengarahkan ke mana kita akan membawa diri kita terbang melintasi cakrawala kehidupan. Jika demikian, akankah kita memilih untuk sesuatu yang seharusnya tak kita pilih?

Kawan, hidup itu penuh dengan keputusan. Rian Adriandi, seorang comic pun pernah menyatakan bahwa kehidupan yang kita jalani saat ini adalah dampak dari keputusan kita di masa lalu. Begitu pula selanjutnya, masa depan kita adalah dampak dari keputusan kita sekarang. Jadi kawan, kita tak perlu resah dengan perubahan yang kita miliki. Kita hanya perlu mengarahkan layar agar kapal kita bergerak pada arah yang benar.

KEEP SPIRIT TO MOVE ON!

Jumat, 11 Januari 2013

Tentang Cinta

Cinta, selalu memberikan sensasi yang tak mudah ditebak. Cinta, bukan sekedar untuk pasangan yang kita sayang, tetapi juga untuk orang-orang terdekat kita, ayah, ibu, kakak, adik, ataupun saudara. Bagi sebagian orang menyatakan cinta tak memerlukan waktu berjam-jam. Just say "I Love You", "Wo Ai Ni", "Ai Shiteru", "Saranghae", dan masih banyak yang lain. Namun, ternyata bagi sebagian orang tidak mudah untuk menyatakan cinta. Baginya menyatakan cinta adalah hal rumit yang tak mudah untuk dipelajari.

Ada keangkuhan yang harus benar-benar dirobohkan untuk menyatakan cinta pada orang yang kita sayang. Tak jarang karena keangkuhan, seseorang tak pernah bisa menyatakan cintanya. Harga dirinya terlalu besar untuk dipertaruhkan demi menyatakan cinta. Namun, bukan itu saja. Ada juga orang yang tak mampu menyatakan cinta karena ia tak tahu bagaimana cara menyatakannya. Tak sedikit orang yang menganggap cinta tak hanya dinyatakan, tetapi butuh bukti. Lantas bukti apa yang mampu untuk menunjukkan cinta dan sayang kita pada seseorang?

Hari ini Ani belajar bahwa kekerasan bagi seseorang juga termasuk menyatakan rasa cinta, rasa sayang. Sayangnya bagi orang lain hal itu diartikan berbeda. Bagi sebagian yang lain bahwa memarahi anak adalah termasuk bagaimana mereka mendidik. Padahal itu bukan hal yang tepat untuk mendidik. Kata-kata itu hanya akan terbuang sia-sia. Yang diperlukan hanyalah contoh konret. Seseorang butuh figur untuk mengembangkan dirinya sebelum ia menemukan jati dirinya.

Sering kita salah paham akan perlakuan orang lain terhadap kita. Termasuk saya. Saya termasuk orang yang mudah menyatakan cinta pada orang yang saya sayangi. Akan tetapi, tidak kepada ayah saya. Entah mengapa. Saya juga tidak tahu. Tetapi, hari ini saya belajar bahwa rasa cinta kadang tak butuh untuk dikatakan. Kita hanya butuh beberapa waktu saja untuk memahami arti perlakuan orang lain terhadap kita. Melihat sisi terang dari seseorang. Itu akan membuka mata kita bahwa orang tersebut sangat menyayangi kita. Hanya kita saja yang terlalu sempit mengartikan CINTA.

Salam hangat,
I Love You Daddy


Jumat, 04 Januari 2013

Aku Bukan Bola


“Hah? Gila! Kau samakan aku dengan bola?” mataku membelalak seakan hendak melompat keluar. Bagaimana tidak? Cowok yang baru kenal aku tiga hari yang lalu berani-beraninya menyamakan aku dengan bola. Memangnya dia siapa? Anak pejabat? Konglomerat? Pialang metropolitan? Enggak tuh?
            “Heh! Maksud kamu tu apa sih? Ikut campur aja urusan orang. Go away!” Ku alihkan pandanganku dari laki-laki yang topik obrolannya selalu bola.  
            “Hey, Nona, jangan marah dong!”
            Ih, bener deh pengen nggemplang tuh anak pakek highheelsku.
“Udah deh, mending kamu gak usah nempel-nempel ke aku. Gerah tau gak!”
            “Oh, so sweet. Cakep banget kalok marah...”
            Ya ampun. Kenapa ada sih orang kayak gini? Please deh, jauhkan aku dari makhluk ini ya Allah. Ku ambil langkah seribu untuk segera menghilang dari benda aneh seperti dia. Akan tetapi, aku mikir juga masa sih aku kayak bola? Oh, God. Mampus dah!
            Kucoba tenangkan diri. Kupejamkan mata, fokus, stay cool. Bibirku pun monyong menghembuskan napas yang baru ku ambil. Lantas, kubuka kembali mataku.
            “Eits,” cecunguk itu nongol lagi tepat di depan hidungku. Jantungku hampir copot, untung gak jadi. “Apa sih mau kamu? Belum puas ngatain aku kayak bola? Asal kamu tau ya, aku bukan orang yang seenaknya dibuat mainan.”
            “Bukan gitu, tapi kamu tuh kayak bola di hatiku. Bener deh... gak ada yang ngalahin.”
            “What? Sinting kamu ya!”
            “You are so special sweety...”
            “Makan tu sweety!” tak tahan lagi kulempar highheelsku. Lalu aku melenggang meninggalkannya.

Cinta di Ujung Ufuk

Cinta di Ujung Ufuk

Merah mawar tak semerah cintaku
Hijau daun tak sehijau hatiku
Tegar  karang tak setegar digdayaku
Namun, cintaku menggandul di ujung ufuk

Kau lihat, bias mentari yang menggantung di ujung langit?
Memulas hatiku tuk bersinar senantiasa
Menjaga cinta agar tetap merah saga

Kenangan pahit itu pun kugulung
Kuikat erat agar tak berlari lolos darinya
Sementara aku masih menyulam hati untuk tetap bisa mencintaimu
Cintaku menggantung di ujung ufuk
Tertahan, tertanam, dan terbenam
Sayang, cintaku menggantung di ujung ufuk
menanti kau raih sebelum tenggelam dalam kelam lautan

Malang, 28 Juli 2012

Lirik Lagu Pop yang Puitis


 Lagu Pop yang Puitis, Ada Gak Ya?

 Salam Indonesia!
Para blogger yang budiman, ada gak sih lirik lagu pop anak negeri yang puitis? Jawabnya, tentu ada dong!

Di tengah kemelut belantika musik nusantara, nampaknya kian hari kian susah mencari lirik lagu yang puitis, apa lagi yang penuh makna. Yang banyak malah yang galau-galau gak jelas gitu. Padahal nih, penikmat musik itu tak sekedar menikmati aransemen instrumentnya doang. Jelas juga liriknya ikutan nimbrung dong. Kalau yang didengerin lagu-lagu yang liriknya galau, trus mau jadi apa? Apa mau kita jadi galauers sejati? Sorry ya, gak level buat anak yang ngerasa gaul!

Ok, kita tak usah membahas yang membuat galau. Sekarang langsung saja, kira-kira grup band mana sih yang lirik lagunya kebanyakan puitis dan penuh makna?

Tentunya kenal Peter Pan kan? walaupun sekarang sudah bubar aku rasa lagunya tak ikut bubar kan? Karena sebuah karya tetaplah karya. Tak dapat dimusnahkan. Salah satu yang menjadi favoritku adalah "Tak Ada yang Abadi". Berikut penggalan liriknya:

Tak kan selamanya, tanganku mendekapmu
Tak kan selamanya, raga ini menjagamu
Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang tlah hilang

Tak ada yang abadi

Biarkan aku bernapas sejenak sebelum hilang

Selain itu, "Di Balik Awan" juga menjadi vavoritku

Kutak selalu berdiri
Terkadang hidup memilukan
Jalan yang kulalui
untuk sekedar bercerita
Pegang tanganku ini
dan rasakan yang kuderita
Apa yang kuberikan 
tak pernah jadi kehidupan
Semua yang kuinginkan
Menjauh dari kehidupan

Tempatku melihat di balik awan
Aku melihat di balik hujan
Tempatku terdiam tempat bertahan
Aku terdiam di balik hujan

Ada lagi, ini penggalan liriknya

Mulai nyalakan kembali dunia yang terlupa
Cukup sudah bermimpi
Kini asaku memutih
Langitku kan meninggi
Ini semua akan nyata

Mengharapkan hujan larutkan nyanyian malamku
Akankah kurasa

Mampu kutatap kembali dunia yang terbenam
Terbitku dari mimpi
Kini saksikan sayapku 
Apungkan puing bumi
Ini semua pasti nyata

Lirik lagu berikutnya yang tak kalah puitis adalah Bondan

Berikut penggalannya:
Kujelang matahari dengan segelas teh panas
DI pagi ini ku bebas karena gak ada kelas
Di ruang mata ini kamar ini serasa luas
Letih dan lelah juga lambat-lambat terkuras
Teh sudah habis, kerongkongan pun puas
...

Tinggalkanlah gengsi 
Hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi
Agar semua terjadi
...

Atau yang satunya:

teori simple tak sekompleks teori darwin
tapi tak gampang sperti coba menangkap angin
contoh... standar manusia tapi standar yang mana?
karna semua ingin lebih dari sebelumnya
jika satu tambah satu sama dengan dua
knpa hitunganku slalu saja tidak sama...
mungkin saja karna faktor x
atau mungkin manusia slalu ikuti teks
terkadang anak panahku melesat jauh
terkadang ku tangguh lalu kemudian jatuh
aku coba bangkit meskipun sulit
kecepatan penuh dari bumi ke langit

reff:
ku coba untuk bangkit... bumi ke langit
meski terasa sulit... dari bumi ke langit
terbang melayang... bumi ke langit
dari bumi ke langit... dari bumi ke langit


Benar-benar paduan bunyi yang sangat seksi saya rasa. Sheila on 7 pun tak kalah puitisnya. Coba simak saja   lirik lagunya berikut:

Kita berlari dan teruskan bernyanyi
Kita buka lebar pelukan mentari
Bila kuterjatuh nanti
Kau siap mengangkat aku lebih tinggi

Seperti pedih yang telah kita bagi
Layaknya luka yang telah terobati
Bila kita jatuh nanti
Kita siap untuk melompat lebih tinggi

Bersama kita bagai hutan dan hujan
Aku ada karena kau telah tercipta
...

Nah, sekarang ada gak ya, lirik-lirik lagu yang puitis dan punya pesan yang dalam seperti mereka? Tak sekedar tentang cinta yang galau. E, ya, lupa juga mencantumkan Om Iwan Fals, Om Chrisye (Almarhum), Om Ebiet juga. Lirik-lirik lagu beliu adalah yang paling aku suka.

Salam SEMANGAT!

Rabu, 02 Januari 2013

Lagu Kebangsaan


Akulah anak Indonesia! Mungkin bagi sebagian orang itu hal sepele yang tak perlu dikatakan. Yang penting ada di Indonesia, makan dari bumi Indonesia, bernapas dari udara Indonesia. Eits! Tunggu dulu. Ternyata tak semudah yang kita bayangkan. Banyak anak Indonesia yang tak mengenal Indonesia, bahkan mata uang yang digunakan pun bukan mata uang Indonesia. Coba tengok di film "Tanah Surga (katanya)". Di sana kita bisa saksikan bahwa masih ada anak Indonesia yang tak mengenal negaranya. Bahkan lagu Indonesia Raya saja tak tahu. Lebih melekat lagu "kolam susu".
Kawan, kita tengok lagi. Benarkah hal tersebut hanya terjadi di daerah perbatasan? Jangan-jangan di kota metropolitan pun anak Indonesia tak lagi kenal bumi pertiwi. Nampaknya lagu Ayu Ting Ting lebih menarik perhatian ketimbang lagu kebangsaan.
Lantas, akankah kita diam seribu bahasa mengenai ini? Wake up guys! Kita tinggal di tanah kita! Di bumi Indonesia! Jangan sampai kita tak tahu diri kita. Jangan sampai bumi yang kita pijak mengutuk kita menjadi penderita alzheimer! Mari, sejenak kita nyanyikan Indonesia Raya!